- Buku Sekolah Elektronik untuk kelas 3 bisa dilihat disini
Monday, 6 August 2012
Friday, 18 May 2012
ARTIKELKU
Pengalaman
I
Hampir
10 tahun berkecimpung di dunia pendidikan, khususnya di Sekolah Dasar . Tentunya memiliki pengalaman yang
banyak baik suka, sedih dan sebagainya. Setiap pengalaman tersebut tentunya
memberikan pelajaran agar nantinya disaat kita menemukan permasalahan yang sama
pasti kita dapat mengatasinya dengan lebih baik.
Sekitar
awal masuk pertama di sekolah tersebut saya sudah bekerja menjadi Editor di
salah satu Penerbit di daerah jakatra. Saat itu awal tahun pelajaran sudah
mulai, karena saya dihubungi oleh pihak yayasan ada hal yang harus dibantu maka
saya pun izin tidak bekerja . Saya pun dating ke sekolah tersebut agak siang ,
dengan menggunakan pakaian yang santai karena dalam benak saya sekedar main dan
silaturahim. Setelah sampai di sekolah tersebut saya pun disambut oleh seorang
di meja cs dipersilahkan untuk bertemu dengan kepala sekolah. Ternyata saya
sudah ditunggu oleh beliau di ruangannya. Saat
sampai di ruangan kepala sekolah beliau pun langsung mengantar saya
untuk menuju ke kelas III. Saat membuka
kelas betapa kagetnya saya karena yang berada didalam kelas tersebut adalah
ketua Yayasan . Memang siswanya tidak asing dengan saya dulu saat mereka
dikelas I saya pernah mengajar mereka. Ternyata ketua Yayasan memberikan
kejutan kepada saya bahwa saya menjadi Guru kelas III. Perasaan saya saat itu
senang, sedih semua bercampur menjadi satu karena saya sudah bekerja dan merasa
nyaman menjadi Editor. Setelah istikhoroh dan berkonsultasi dengan suami
akhirnya saya menerima untuk kembali lagi mengajar dan menjadi guru Kelas III.
Tentunya
menjadi guru tidaklah mudah. Memerlukan kesabaran, keuletan serta ilmu yang
mumpuni tidak hanya ilmu pengetahuan saja namun juga ilmu untuk mempelajari
karakteristik tahapan perkembangan
siswa. Di suatu kelas tentunya memiliki berbagai macam tipe gaya belajar siswa,
karakteristik siswa serta latar belakang orang tua. Siswa saya hanya berjumlah
6, wajar saja sekolah tempat saya mengajar baru berusia 3 tahun tentunya
memerlukan kerja keras agar mampu memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik
untuk semua siswanya , dan kepercayaan orang tua terhadap sekolah semakin baik.
Saat
menjadi guru kelas III ada tantangan tersendiri pada salah satu siswa saya yang
saat itu ia merupakan siswa baru. Sebut saja namanya sifa ( namanya disamarkan
). Sifa memiliki paras yang sanagt cantik dan memiliki kulit yang putih dan
orang tuanya pun berprofesi sebagai guru dan kepala sekolah. Saya pun kaget
ternyata sifa belum lancer membaca masih terbata-bata membacanya serta
tulisannya masih seperti siswa kelas I , banyak sekali huruf yang kurang disaat
menulis kata ataupun kalimat. Ia pun memiliki pemahaman yang lambat
dibandingkan oleh teman-temannya. Saya pun menulusuri mengapa sifa memiliki hambatan tersebut. Ternyata
selama kelas I-II ia tinggal di rumah kakek dan neneknya serta bersekolah di
sekolah kakek dan neneknya. Semua keinginannya terpenuhi, ia pun tidak pernah
merasakan kekurangan sama sekali. Akhirnya saya sampaikan ke bundanya agar
mempercayakan anaknya kepada saya dididik dengan metode saya. Saya akui memang
saya cukup tegas saat berada di kelas kepada siapapun siswa saya. Awalnya ayahnya
tidak menyukai apa yang saya lakukan wajar saja sifa terbiasa memperoleh semua
keinginannya dengan mudah.
Langkah
awal yang saya lakukan adalah memberikan jam tambahan setiap hari selama 1 jam
hanya untuk memperbaiki tulisan dan membacanya selama hamper 2 bulan. Setiap hari
saya berikan tugas untuk menyalin tulisan. Alhamdulillah lambat laun membacanya
mulai lancer dan hasil tulisannya lumayan rapih walaupun masih ada kurang huruf
dalam hasil tulisannya. Untuk pemahaman yang lambat , saya tidak memaksakan
sifa untuk paham dengan materi yang saya sampaikan. Biasanya saya menyediakan
soal yang lebih mudah dibandingkan dengan teman-teman yang lain. Sifa pun
memiliki kelebihan dibandingkan teman-teman yang lain ia mampu menghapal dengan
cepat. Alhamdulillah diakhir tahun Sifa kelas III walaupun prestasi akademik
belum maksimal. Namun banyak sekali mengalami peningkatan dari segi social dan rasa percaya dirinya.
Alhamdulillah
saat di kelas V saya diberikan amanah untuk mengajar Sifa dan teman-temannya.
Saya diskusi dengan guru kelas sebelumnya untk mengetahui perkembangan akademik
semua siswa, termasuk menanyakan tentang perkembangan Sifa. Pemahaman Sifa
dalam menerima materi pelajaran masih lambat. Untuk itu saya segera mencari
minat ataupun bakat yang dimiliki oleh Sifa. Beriring berjalannya waktu ia
terampil dalam hal seni yaitu melukis ataupun membuat keterampilan. Kemampuan
yang dimiliki Sifa akhirnya saya berusaha untuk membangun kepercayaan dirnya
agar menekuni untuk Seni. Saya yakin setiap anak itu unik dan memiliki
kemampuan masing-masing tergantung bagaimana kita untuk menemukan kemampuannya
dan mengasah serta memberikan motivasi. Itu dapat terliht dari hasil seperti
lukisan ataupun yang lainnya.
Saat
kelas VI pun saya kembali lagi diberikan amanah untuk mengajar Sifa dan teman-temannya. Tentunya saya pun harus
bekerja keras karena sebentar lagi Sifa dan teman-temannya akan menghadapi
Ujian Sekolah. Apalagi Sifa dan teman-temannya merupakan angkatan pertama jadi
memerlukan persiapan yang matang agar hasil Ujian Sekolah baik. Untuk SIfa
sendiri tentunya saya tidak bias memaksakan harus menguasai 3 Mata pelajaran yaitu Matematika, IPA dan Bahasa Indonesia. Saya pun
menanyakan kepada semua siswa saya tentang mata pelajaran yang disukai.
Termasuk Sifa, dari ketiga mata pelajaran itu ternyata Matematika. Saya pun
memotivasi Sifa kalau ia mampu untuk meyelesaikan soal Matematika, walaupun
hasilnya belum maksimal seperti teman-temannya
tapi sudah mencapai target sesuai yang saya harapkan.
Sifa
pun melanjutkan pendidikan selanjutnya di Salah satu Pesantren di daerah Jakarta
Selatan. Alhamdulillah karena dari awal sudah terbiasa terbangun rasa percaya
diri akhirnya di Pesantren tersebut mengalami peningkatan yang luar biasa.
Alhamdulillah mampu menghapal 5 juz serta mampu menjadi pemimpin atau bias di
sebut Ketua OSIS , mampu memiliki leaderdship yang baik sehingga mampu memjadi
pemimpin diantara teman-teman pesantrennya dengan baik. Alhamdulillah saat ini
Sifa melanjutkan ke Pendidikan selanjutnya di Pesantren Gontor I Putri. Terus
asah semua potensi yang dimiliki oleh Sifa semoga apa yang menjadi cita-cita
Sifa tercapai. Aamiin.
============ Bersambung ===============
MENGENAL METODE SENTRA
Metode
pembelajaran anak usia dini yang diterapkan di Taman kanak-kanak salah satunya
dengan menggunakan Metode Sentra. Model pembelajaran Sentra adalah Wadah
abstrak untuk membangun anak secara holistik integratif 6 domain perkembangan
aestetik,afeksi,kognisi,bahasa, fisikmotorik dan sosial; 18 sikap dalam Al
Qur’an, 7 life essential skill, 7 multiple intellegent melalui 3 jenis main
sensori motor, main peran, main pembangunan sifat cair dan terstruktur dengan 5
kontinum pendampingan. Kami pun dalam menerapkan model pembelajaran sentra
dengan memperhatikan tahap perkembangan anak yaitu berdasarkan usia, Untuk
Kelompok Bermain usia 3 tahun, TK A di usia 4 tahun dan TK B di usia 5 tahun.
Pada
usia di Taman Kanak-kanak 3-5 tahun siswa masih berada di tahap pra operasional
konkret . Kata ini menunjukkan bahwa
anak pada usia ini sudah muncul awal berpikir logic operasional. Anak mulai menirukan
detail dari benda dan kejadian yang sudah berlalu. Untuk itu anak
perlu diajak untuk bermain sehingga tanpa disadarinya bahwa saat ia bermain ia
sedang belajar.
Bermain adalah kegiatan yang ditujukan untuk
mendapatkan kesenangan. Bermain bagi anak membantu mereka memahami dan
mempraktekkan, kemampuan pengembangan rasa, intelektual, sosial, dan
keterampilan sosial. Bermain harus dilakukan atas inisiatif anak dan atas
keputusan anak itu sendiri. Bermain harus dilakukan dengan rasa senang sehingga
semua kegiatan bermain akan menghasilkan
proses belajar pada anak.
Saat bermain semua indera anak bekerja aktif.
Semua informasi yang ditangkap indera anak, disampaikan ke otak sebagai
rangsangan, sehingga sel-sel otak aktif berkembang membentuk perkawatan. Otak
yang rimbun karena banyak perkawatan memiliki kemampuan yang baik.
Sebaiknya
kita perlu mengetahui mengenai pengertian anak itu sendiri. Anak adalah :
•
Anak individu unik (kombinasi genetika &
lingkungan)
•
Anak peneliti yang andal
•
Anak pemimpin alami saat bermain
•
Anak mengkomunikasikan semuanya dalam bahasa
alam
•
Anak perlu berkembang menjadi manusia yang
mudah menyesuaikan diri dan memahami diri serta
lingkungannya
Kebutuhan
anak dengan bermain dapat dilakukan dengan menggunakan metode sentra. Berikut
ini macam-macam Metode Sentra yaitu :
a.
Sentra Bahan Alam
Sentra
yang memberikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi langsung dengan
berbagai macam bahan untuk mendukung sensorimotor, self kontrol dan sains.
Ø Tujuan dari
Sentra bahan alam adalah : memberi kesempatan untuk membangun kemampuan
berbagai macam bahan atau dengan bahan-bahan yang berbeda, mendapatkan
pengalaman sensorimotor serta membangun diri
Ø Manfaat sentra
bahan alam : Memperkuat fine motor skill, mendukung tahap perkembangan
sensorimotor dan kontruksi sifat cair, konsep sains dan kemampuan anak dalam
mengkontrol geraknya.
Ø Perlengkapan main
: Playdough, finger painting, cat lukis, biji-bijian, pasir, air, krayon,
kertas, kuas, alat-alat menakar
Ø Aturan di Sentra bahan Alam : bekerja Tuntas,
penggunaan alat sesuai fungsinya, control diri dan beres-beres.
b.
Sentra main peran Besar
Sentra main peran besar adalah Sentra yang
memberikan kesempatan kepada anak Untuk mengembangkan pengertian mereka tentang
Dunia sekitarnya, kemampuan berbahasa, keterampilan pengambilan sudut pandang, empati dan obyektif
melalui main peran yang mengalirkan knowledge pada Anak..
Ø
Tujuan Khusus : mengembangkan interaksi social
dan bahasa, membangun rasa empati , mengambil sudut pandang spasial, afeksi dan
kemampuan rangakaian dalam berbicara.
Ø
Manfaat main Peran besar adalah ; Kemampuan
untuk memisahkan pikiran dari kegiatan dan benda, kemampuan membedakan
imajinasi dan reality
Perlengkapan
main : Alat dan bahan main kerumah tanggaan, keprofesian dan yang mendukung
keaksaraan.
Ø
Aturan : Fokus main sesuai peran, control diri
( dalam berinteraksi dengan pemeran lain dan alat main ), beres-beres.
Ø
Kegiatan : memainkan peran-peran di muka bumi
yang dekat dengan anak seperti : peran ibu, peran ayah, dokter,
binatang-binatang .
c.
Sentra Seni
Sentra yang memberikan kesempatan pada anak untuk mengembangkan kemampuan menggunakan dan
berintraksi dengan berbagai bahan dan
alat-alat seni,
seperti lem,gunting,krayon, cat lukis, clay atau yang sejenisnya dengan fokus:
·
Proses kreatifitas seni
·
Ketrampilan motorik halus
·
Eksplorasi warna
Ø Tujuan sentra
Seni :
·
memberikan pengalaman proses kerja yang bermutu
, bukan menghasilkan suatu karya seni.
·
Anak mendapatkan kesenangan dari eksplorasi
warna, keterampilan motoric halus dan proses kreativitas
·
Membangun kemampuan dasar-dasar seni
·
Membantu anak menjadi lebih peka terhadap
lingkungan fisik
·
Membantu anak belajar tentang konsep diri dan
menguatkan indera mereka.
Ø Manfaat sentra
Seni ;
·
Mengembangkan keterampilan motoric halus.
·
Kemampuan menggunakan berbagai alat dan bahan.
·
Kemampuan estetik anak terhadap karya seni.
·
Kemmapuan menghargai karya seni diri dan orang
lain
·
Kemampuan bekera secara sistimatis.
Ø Perlengkapan
main :
·
Berbagai jenis ukuran krayon dan spidol
·
Cat air, kuas besar dan kecil
·
Macam-macam kertas origami, spotlite, krep
·
Berbagai jenis lem
·
Kanji warna
·
Bahan-bahan bekas
·
Kain perca
·
Macam-macam benang ( wol, tali kur, benang
Kasur ).
Ø Aturan di
Sentra Seni :
·
Memilih kegiatan yang disediakan.
·
Memulai dan mengakhiri kegiatan yang sudah
dipilih.
·
Bekerja sesuai dengan kreasinya.
·
Melaporkan pekerjaan yang telah diselesaikan.
·
Berganti kegiatan seni yang lainnya, bila waktu
masih memungkinkan.
·
Beres-beres
Ø Kegiatan di
Sentra Seni :
·
Menggambar dengan krayon/ spidol.
·
Melukis dengan kuas besar dan kecil.
·
Menggunting dan menempel pola/gambar.
·
Kolase.
·
Mozaik.
·
Finger painting.
·
Prakarya dengan berbagai bahan jadi maupun
bekas.
d.
Sentra Persiapan
Sentra tempat bekerja dan memberikan kesempatan
pada anak untuk mengembangkan kognisi,motorik halus dan keaksaraannya yang
dikoordinasikan oleh guru dan fokus pada kegiatan-kegiatan matematika, membaca
dan menulis. Sentra ini fokus pada kesempatan untuk mengurutkan,
mengklasifikasikan, membuat polo-pola dan mengorganisasikan alat-alat dan bahan
kerja.
Ø
Tujuan Khusus : Sentra persiapan focus pada
kesempatan anak untuk mengurutkan, mengklasifikasikan, membuat pola-pola dan
mengorganisasikan alat-alat dan bahan kerja, termasuk persiapan membaca dan
menulis .
Ø
Manfaat Sentra Persiapan:
·
Anak belajar bekerja dan berpikir secara
sistimatis.
·
Anak belajar mengklasifikasikan benda-benda
nyata.
·
Anak belajar menghubungkan benda dengan benda,
benda dengan kejadian.
·
Anak belajar konsep dasar membaca dan menulis (
keaksaraan ).
·
Anak belajar sendiri , berdampingan, bersama,
dan bekerja sama.
Ø
Perlengkapan Main :
·
Alat-alat yang mendukung proses klasifikasi,
urutan, ukuran, hubungan 1:1 antara lain : mozaik, hama, art school, papan
geometri, manik-manik 3 variabel, timbangan, puzzle-puzle.
·
Alat-alat yang mendukung keaksaraan : buku ,
kartu huruf, kartu kata, alat menulis
·
Alat-alat yang mendukung keterampilan motoric
halus : jepitan dengan berbagai ukuran, gunting , kertas dan stepler, manik dan
tali, alat-alat dan bahan untuk menggambar.
Ø
Kegiatan : membaca, menulis, matematika
e.
Sentra Balok
Sentra yang memberikan kesempatan Kepada anak
untuk mengembangkan Kemampuan sistematika berpikir dengan Menggunakan media
pembangunan terstruktur.
Ø
Tujuan Khusus : Membantu anak dalam
meningkatkan kemampuan kontruksi mereka dari membuat susunan garis lurus ke
atas representasi nyata dan dari bermain sendiri ke kemampuan bekerja dalam
kelompok kecil, merencanakan dalam membangun.
Ø
Manfaat bermain balok, mengembangkan :
·
Keterampilan hubungan dengan teman sebaya.
·
Keterampilan komunikasi.
·
Kekuatan dan koordinasi motoric halus dan
kasar.
·
Konsep matematika dan geometri
·
Pemikiran simbolik
·
Pengetahuan pemetaan.
·
Keterampilan membedakan penglihatan.
Ø
Perlengkapan Main :
·
Macam –macam bentuk dan ukuran balok unit
dengan jumlah 100 sampai 200 balok natural.
·
Alat pendukung seperti boneke orang
·
Alas untuk bermain balok dan diwarnai dengan
warna primer.
·
Litersai : kertas HVS, krayon, spidol 24 warna,
pensil, penghapus, penggaris 30cm,60cm, meteran dan gunting.
·
Balok warna ukuran kecil untuk dekorasi.
Ø
Aturan bermain balok :
·
Balok untuk membangun.
·
Membangun balok diatas alas.
·
Mengambil balok secukupnya.
·
Start-finish lancar.
·
Bermain tepat waktu.
·
Beres-beres.
Ø
Kegiatan di Sentra Balok :
·
Membangun dengan menggunakan macam-macam bentuk
dan ukuran balok unit (pratt).
·
Menggambar bangunan yang telah di buat,
menuliskan nama-nama bangunan.
·
Bermain peran dengan menggunakan alat-alat
pendukung ( alat mikro) yang dilakukan dalam bangunan yang dibuatnya.
f.
Sentra Imtaq
Sentra yang memberikan kesempatan kepada Anak
untuk mendapatkan pembelajaran nilai-Nilai, aturan-aturan agama sehingga anak
dapat Mengembangkan keimanan dan ketaqwaan melalui Pembiasaan sehari-hari pada
kegiatan main anak. Fokus sentra imtaq ini mendukung anak untuk
mengenal dan membangun konsep-konsep Al Quran dan hadist.
Ø
Tujuan Khusus :
·
Memberikan
kesempatan kepada anak untuk memainkan berbagai macam alat main dan kegiatan
yang dilakukan dengan tujuan agar mereka memilih dengan arahan diri dan
menggunakan alat dengan ukuran sesungguhnya.
·
Membangun
konsep diri sebagai seorang muslim.
Ø
Manfaat sentra
Imtaq:
·
Anak menyukai,
senang mencintai agamanya, sehingga ia mau melakukan yang diperintahkan oleh
Allah secara ikhlas.
·
Anak dapat
bresikap/ berakhlakul karimah seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
·
Anak dapat
praktek langsung cara-cara beribadah yang benar.
·
Anak
mendapatkan konsep Al-quran sesuai tahap perkembangannya .
·
Anak dapat
belajar awal membaca dan menulis huruf hijaiiyah.
Ø
Perlengkapan
Main :
·
Alat-alat
sholat
·
Al-qur’an, buku
qiraaty, kartu hijaiiyah.
·
Puzzle masjid,
puzzle ka’bah, puzzle urutan solat, wudhu dan haji.
·
Playdough.
·
Alat-alat
menggambar dan menulis.
·
Mencap dengan
stempel huruf hijaiiyah.
·
Gunting, kertas
berbagai ukuran, stapler.
·
Bahan flannel
sesuai tema.
Ø
Aturan di
Sentra Imtaq:
·
Fokus
·
Memilih alat
main
·
Bekerja tuntas
·
Beres-beres
·
Tertib.
Ø
Kegiatan di
Sentra Imtaq :
·
Membahas
tentang ayat al-qur’an yang berhubungan dengan tema.
·
Mengucapkan
surat-surat pendek dan doa-doa harian.
·
Membaca dan
menulis huruf hijaiyyah sesuai perkembangan anak.
·
Praktek wudhu
dan solat.
·
Mengenalkan
konsep rukun islam dan rukun Iman.
g.
Sentra Bahasa
Inggris
Sentra
tempat bekerja dan memberikan kesempatan
pada anak untuk mengembangkan kognisi,motorik halus dan keaksaraannya
yang dikoordinasikan oleh guru dalam rangka mengenal Bahasa Inggris. Pengenalan
bahasa Inggris anak hanya mendengarkan dan brebicara dalam bentuk bahasa
inggris .
Ø
Tujuan Khusus : Sentra persiapan focus pada
kesempatan anak untuk mengurutkan, mengklasifikasikan, membuat pola-pola dan
mengorganisasikan alat-alat dan bahan kerja, termasuk persiapan membaca dan
menulis .
Ø
Manfaat Sentra Persiapan:
·
Anak belajar bekerja dan berpikir secara
sistimatis.
·
Anak belajar mengklasifikasikan benda-benda
nyata.
·
Anak belajar menghubungkan benda dengan benda,
benda dengan kejadian.
·
Anak belajar konsep dasar membaca dan menulis (
keaksaraan ).
·
Anak belajar sendiri , berdampingan, bersama,
dan bekerja sama.
Ø
Perlengkapan Main :
·
Alat-alat yang mendukung proses klasifikasi,
urutan, ukuran, hubungan 1:1 antara lain : mozaik, hama, art school, papan
geometri, manik-manik 3 variabel, timbangan, puzzle-puzle.
·
Alat-alat yang mendukung keaksaraan : buku ,
kartu huruf, kartu kata, alat menulis
·
Alat-alat yang mendukung keterampilan motoric
halus : jepitan dengan berbagai ukuran, gunting , kertas dan stepler, manik dan
tali, alat-alat dan bahan untuk menggambar.
Ø
Kegiatan : membaca, menulis, matematika
Subscribe to:
Posts (Atom)






