Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Merubah Diri Menjadi Lebih Baik. Rubahlah semenjak keinginan untuk berubah datang pada hati kita semua, jangan ditunda karena jeda waktu itu akan dimanfaatkan setan untuk membisik hati kita agar niat baik kita untuk berubah ditundah

Friday, 18 May 2012

ARTIKELKU

Pengalaman I



Hampir 10 tahun berkecimpung di dunia pendidikan, khususnya di Sekolah  Dasar . Tentunya memiliki pengalaman yang banyak baik suka, sedih dan sebagainya. Setiap pengalaman tersebut tentunya memberikan pelajaran agar nantinya disaat kita menemukan permasalahan yang sama pasti kita dapat mengatasinya dengan lebih baik.
Sekitar awal masuk pertama di sekolah tersebut saya sudah bekerja menjadi Editor di salah satu Penerbit di daerah jakatra. Saat itu awal tahun pelajaran sudah mulai, karena saya dihubungi oleh pihak yayasan ada hal yang harus dibantu maka saya pun izin tidak bekerja . Saya pun dating ke sekolah tersebut agak siang , dengan menggunakan pakaian yang santai karena dalam benak saya sekedar main dan silaturahim. Setelah sampai di sekolah tersebut saya pun disambut oleh seorang di meja cs dipersilahkan untuk bertemu dengan kepala sekolah. Ternyata saya sudah ditunggu oleh beliau di ruangannya. Saat  sampai di ruangan kepala sekolah beliau pun langsung mengantar saya untuk menuju ke kelas III. Saat  membuka kelas betapa kagetnya saya karena yang berada didalam kelas tersebut adalah ketua Yayasan . Memang siswanya tidak asing dengan saya dulu saat mereka dikelas I saya pernah mengajar mereka. Ternyata ketua Yayasan memberikan kejutan kepada saya bahwa saya menjadi Guru kelas III. Perasaan saya saat itu senang, sedih semua bercampur menjadi satu karena saya sudah bekerja dan merasa nyaman menjadi Editor. Setelah istikhoroh dan berkonsultasi dengan suami akhirnya saya menerima untuk kembali lagi mengajar dan menjadi guru Kelas III.
Tentunya menjadi guru tidaklah mudah. Memerlukan kesabaran, keuletan serta ilmu yang mumpuni tidak hanya ilmu pengetahuan saja namun juga ilmu untuk mempelajari karakteristik  tahapan perkembangan siswa. Di suatu kelas tentunya memiliki berbagai macam tipe gaya belajar siswa, karakteristik siswa serta latar belakang orang tua. Siswa saya hanya berjumlah 6, wajar saja sekolah tempat saya mengajar baru berusia 3 tahun tentunya memerlukan kerja keras agar mampu memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik untuk semua siswanya , dan kepercayaan orang tua terhadap sekolah semakin baik.
Saat menjadi guru kelas III ada tantangan tersendiri pada salah satu siswa saya yang saat itu ia merupakan siswa baru. Sebut saja namanya sifa ( namanya disamarkan ). Sifa memiliki paras yang sanagt cantik dan memiliki kulit yang putih dan orang tuanya pun berprofesi sebagai guru dan kepala sekolah. Saya pun kaget ternyata sifa belum lancer membaca masih terbata-bata membacanya serta tulisannya masih seperti siswa kelas I , banyak sekali huruf yang kurang disaat menulis kata ataupun kalimat. Ia pun memiliki pemahaman yang lambat dibandingkan oleh teman-temannya. Saya pun menulusuri  mengapa sifa memiliki hambatan tersebut. Ternyata selama kelas I-II ia tinggal di rumah kakek dan neneknya serta bersekolah di sekolah kakek dan neneknya. Semua keinginannya terpenuhi, ia pun tidak pernah merasakan kekurangan sama sekali. Akhirnya saya sampaikan ke bundanya agar mempercayakan anaknya kepada saya dididik dengan metode saya. Saya akui memang saya cukup tegas saat berada di kelas kepada siapapun siswa saya. Awalnya ayahnya tidak menyukai apa yang saya lakukan wajar saja sifa terbiasa memperoleh semua keinginannya dengan mudah.
Langkah awal yang saya lakukan adalah memberikan jam tambahan setiap hari selama 1 jam hanya untuk memperbaiki tulisan dan membacanya selama hamper 2 bulan. Setiap hari saya berikan tugas untuk menyalin tulisan. Alhamdulillah lambat laun membacanya mulai lancer dan hasil tulisannya lumayan rapih walaupun masih ada kurang huruf dalam hasil tulisannya. Untuk pemahaman yang lambat , saya tidak memaksakan sifa untuk paham dengan materi yang saya sampaikan. Biasanya saya menyediakan soal yang lebih mudah dibandingkan dengan teman-teman yang lain. Sifa pun memiliki kelebihan dibandingkan teman-teman yang lain ia mampu menghapal dengan cepat. Alhamdulillah diakhir tahun Sifa kelas III walaupun prestasi akademik belum maksimal. Namun banyak sekali mengalami peningkatan dari segi social  dan rasa percaya dirinya.
Alhamdulillah saat di kelas V saya diberikan amanah untuk mengajar Sifa dan teman-temannya. Saya diskusi dengan guru kelas sebelumnya untk mengetahui perkembangan akademik semua siswa, termasuk menanyakan tentang perkembangan Sifa. Pemahaman Sifa dalam menerima materi pelajaran masih lambat. Untuk itu saya segera mencari minat ataupun bakat yang dimiliki oleh Sifa. Beriring berjalannya waktu ia terampil dalam hal seni yaitu melukis ataupun membuat keterampilan. Kemampuan yang dimiliki Sifa akhirnya saya berusaha untuk membangun kepercayaan dirnya agar menekuni untuk Seni. Saya yakin setiap anak itu unik dan memiliki kemampuan masing-masing tergantung bagaimana kita untuk menemukan kemampuannya dan mengasah serta memberikan motivasi. Itu dapat terliht dari hasil seperti lukisan ataupun yang lainnya.
Saat kelas VI pun saya kembali lagi diberikan amanah untuk mengajar  Sifa dan teman-temannya. Tentunya saya pun harus bekerja keras karena sebentar lagi Sifa dan teman-temannya akan menghadapi Ujian Sekolah. Apalagi Sifa dan teman-temannya merupakan angkatan pertama jadi memerlukan persiapan yang matang agar hasil Ujian Sekolah baik. Untuk SIfa sendiri tentunya saya tidak bias memaksakan harus menguasai 3 Mata  pelajaran yaitu  Matematika, IPA dan Bahasa Indonesia. Saya pun menanyakan kepada semua siswa saya tentang mata pelajaran yang disukai. Termasuk Sifa, dari ketiga mata pelajaran itu ternyata Matematika. Saya pun memotivasi Sifa kalau ia mampu untuk meyelesaikan soal Matematika, walaupun hasilnya belum maksimal seperti teman-temannya  tapi sudah mencapai target sesuai yang saya harapkan.
Sifa pun melanjutkan pendidikan selanjutnya di Salah satu Pesantren di daerah Jakarta Selatan. Alhamdulillah karena dari awal sudah terbiasa terbangun rasa percaya diri akhirnya di Pesantren tersebut mengalami peningkatan yang luar biasa. Alhamdulillah mampu menghapal 5 juz serta mampu menjadi pemimpin atau bias di sebut Ketua OSIS , mampu memiliki leaderdship yang baik sehingga mampu memjadi pemimpin diantara teman-teman pesantrennya dengan baik. Alhamdulillah saat ini Sifa melanjutkan ke Pendidikan selanjutnya di Pesantren Gontor I Putri. Terus asah semua potensi yang dimiliki oleh Sifa semoga apa yang menjadi cita-cita Sifa tercapai. Aamiin.



============ Bersambung ===============

  







MENGENAL METODE SENTRA
Metode pembelajaran anak usia dini yang diterapkan di Taman kanak-kanak salah satunya dengan menggunakan Metode Sentra. Model pembelajaran Sentra adalah Wadah abstrak untuk membangun anak secara holistik integratif 6 domain perkembangan aestetik,afeksi,kognisi,bahasa, fisikmotorik dan sosial; 18 sikap dalam Al Qur’an, 7 life essential skill, 7 multiple intellegent melalui 3 jenis main sensori motor, main peran, main pembangunan sifat cair dan terstruktur dengan 5 kontinum pendampingan. Kami pun dalam menerapkan model pembelajaran sentra dengan memperhatikan tahap perkembangan anak yaitu berdasarkan usia, Untuk Kelompok Bermain usia 3 tahun, TK A di usia 4 tahun dan TK B di usia 5 tahun.
            Pada usia di Taman Kanak-kanak 3-5 tahun siswa masih berada di tahap pra operasional konkret . Kata ini menunjukkan bahwa anak pada usia ini sudah muncul awal berpikir logic operasional. Anak mulai menirukan detail dari benda dan kejadian yang sudah berlalu. Untuk itu anak perlu diajak untuk bermain sehingga tanpa disadarinya bahwa saat ia bermain ia sedang belajar.
Bermain adalah kegiatan yang ditujukan untuk mendapatkan kesenangan. Bermain bagi anak membantu mereka memahami dan mempraktekkan, kemampuan pengembangan rasa, intelektual, sosial, dan keterampilan sosial. Bermain harus dilakukan atas inisiatif anak dan atas keputusan anak itu sendiri. Bermain harus dilakukan dengan rasa senang sehingga semua kegiatan bermain  akan menghasilkan proses belajar pada anak.
Saat bermain semua indera anak bekerja aktif. Semua informasi yang ditangkap indera anak, disampaikan ke otak sebagai rangsangan, sehingga sel-sel otak aktif berkembang membentuk perkawatan. Otak yang rimbun karena banyak perkawatan memiliki kemampuan yang baik.
            Sebaiknya kita perlu mengetahui mengenai pengertian anak itu sendiri. Anak adalah :
         Anak individu unik (kombinasi genetika & lingkungan)
         Anak peneliti yang andal
         Anak pemimpin alami saat bermain
         Anak mengkomunikasikan semuanya dalam bahasa alam
         Anak perlu berkembang menjadi manusia yang mudah menyesuaikan diri dan memahami diri serta  lingkungannya
            Kebutuhan anak dengan bermain dapat dilakukan dengan menggunakan metode sentra. Berikut ini macam-macam Metode Sentra yaitu :
a.       Sentra Bahan Alam
            Sentra yang memberikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi langsung dengan berbagai macam bahan untuk mendukung sensorimotor, self kontrol dan sains.
Ø  Tujuan dari Sentra bahan alam adalah : memberi kesempatan untuk membangun kemampuan berbagai macam bahan atau dengan bahan-bahan yang berbeda, mendapatkan pengalaman sensorimotor serta membangun diri
Ø  Manfaat sentra bahan alam : Memperkuat fine motor skill, mendukung tahap perkembangan sensorimotor dan kontruksi sifat cair, konsep sains dan kemampuan anak dalam mengkontrol geraknya.
Ø  Perlengkapan main : Playdough, finger painting, cat lukis, biji-bijian, pasir, air, krayon, kertas, kuas, alat-alat menakar
Ø  Aturan  di Sentra bahan Alam : bekerja Tuntas, penggunaan alat sesuai fungsinya, control diri dan beres-beres.
b.      Sentra main peran Besar
Sentra main peran besar adalah Sentra yang memberikan kesempatan kepada anak Untuk mengembangkan pengertian mereka tentang Dunia sekitarnya, kemampuan berbahasa, keterampilan  pengambilan sudut pandang, empati dan obyektif melalui main peran yang mengalirkan knowledge pada Anak..
Ø  Tujuan Khusus : mengembangkan interaksi social dan bahasa, membangun rasa empati , mengambil sudut pandang spasial, afeksi dan kemampuan rangakaian dalam berbicara.
Ø  Manfaat main Peran besar adalah ; Kemampuan untuk memisahkan pikiran dari kegiatan dan benda, kemampuan membedakan imajinasi dan reality
Perlengkapan main : Alat dan bahan main kerumah tanggaan, keprofesian dan yang mendukung keaksaraan.
Ø  Aturan : Fokus main sesuai peran, control diri ( dalam berinteraksi dengan pemeran lain dan alat main ), beres-beres.
Ø  Kegiatan : memainkan peran-peran di muka bumi yang dekat dengan anak seperti : peran ibu, peran ayah, dokter, binatang-binatang .
c.       Sentra Seni
Sentra yang memberikan kesempatan pada anak untuk mengembangkan kemampuan menggunakan dan berintraksi dengan berbagai bahan dan alat-alat seni, seperti lem,gunting,krayon, cat lukis, clay atau yang sejenisnya dengan fokus:
·         Proses kreatifitas seni
·         Ketrampilan motorik halus
·         Eksplorasi warna
Ø  Tujuan sentra Seni :
·         memberikan pengalaman proses kerja yang bermutu , bukan menghasilkan suatu karya seni.
·         Anak mendapatkan kesenangan dari eksplorasi warna, keterampilan motoric halus dan proses kreativitas
·         Membangun kemampuan dasar-dasar seni
·         Membantu anak menjadi lebih peka terhadap lingkungan fisik
·         Membantu anak belajar tentang konsep diri dan menguatkan indera mereka.
Ø  Manfaat sentra Seni ;
·         Mengembangkan keterampilan motoric halus.
·         Kemampuan menggunakan berbagai alat dan bahan.
·         Kemampuan estetik anak terhadap karya seni.
·         Kemmapuan menghargai karya seni diri dan orang lain
·         Kemampuan bekera secara sistimatis.
Ø  Perlengkapan main :
·         Berbagai jenis ukuran krayon dan spidol
·         Cat air, kuas besar dan kecil
·         Macam-macam kertas  origami, spotlite, krep
·         Berbagai jenis lem
·         Kanji warna
·         Bahan-bahan bekas
·         Kain perca
·         Macam-macam benang ( wol, tali kur, benang Kasur ).
Ø  Aturan di Sentra Seni :
·         Memilih kegiatan yang disediakan.
·         Memulai dan mengakhiri kegiatan yang sudah dipilih.
·         Bekerja sesuai dengan kreasinya.
·         Melaporkan pekerjaan yang telah diselesaikan.
·         Berganti kegiatan seni yang lainnya, bila waktu masih memungkinkan.
·         Beres-beres
Ø  Kegiatan di Sentra Seni :
·         Menggambar dengan krayon/ spidol.
·         Melukis dengan kuas besar dan kecil.
·         Menggunting dan menempel pola/gambar.
·         Kolase.
·         Mozaik.
·         Finger painting.
·         Prakarya dengan berbagai bahan jadi maupun bekas.

d.      Sentra Persiapan
Sentra tempat bekerja dan memberikan kesempatan pada anak untuk mengembangkan kognisi,motorik halus dan keaksaraannya yang dikoordinasikan oleh guru dan fokus pada kegiatan-kegiatan matematika, membaca dan menulis. Sentra ini fokus pada kesempatan untuk mengurutkan, mengklasifikasikan, membuat polo-pola dan mengorganisasikan alat-alat dan bahan kerja.
Ø  Tujuan Khusus : Sentra persiapan focus pada kesempatan anak untuk mengurutkan, mengklasifikasikan, membuat pola-pola dan mengorganisasikan alat-alat dan bahan kerja, termasuk persiapan membaca dan menulis .
Ø  Manfaat Sentra Persiapan:
·         Anak belajar bekerja dan berpikir secara sistimatis.
·         Anak belajar mengklasifikasikan benda-benda nyata.
·         Anak belajar menghubungkan benda dengan benda, benda dengan kejadian.
·         Anak belajar konsep dasar membaca dan menulis ( keaksaraan ).
·         Anak belajar sendiri , berdampingan, bersama, dan bekerja sama.
Ø  Perlengkapan Main :
·         Alat-alat yang mendukung proses klasifikasi, urutan, ukuran, hubungan 1:1 antara lain : mozaik, hama, art school, papan geometri, manik-manik 3 variabel, timbangan, puzzle-puzle.
·         Alat-alat yang mendukung keaksaraan : buku , kartu huruf, kartu kata, alat menulis
·         Alat-alat yang mendukung keterampilan motoric halus : jepitan dengan berbagai ukuran, gunting , kertas dan stepler, manik dan tali, alat-alat dan bahan untuk menggambar.
Ø  Kegiatan : membaca, menulis, matematika
e.       Sentra Balok
Sentra yang memberikan kesempatan Kepada anak untuk mengembangkan Kemampuan sistematika berpikir dengan Menggunakan media pembangunan terstruktur.
Ø  Tujuan Khusus : Membantu anak dalam meningkatkan kemampuan kontruksi mereka dari membuat susunan garis lurus ke atas representasi nyata dan dari bermain sendiri ke kemampuan bekerja dalam kelompok kecil, merencanakan dalam membangun.
Ø  Manfaat bermain balok, mengembangkan :
·         Keterampilan hubungan dengan teman sebaya.
·         Keterampilan komunikasi.
·         Kekuatan dan koordinasi motoric halus dan kasar.
·         Konsep matematika dan geometri
·         Pemikiran simbolik
·         Pengetahuan pemetaan.
·         Keterampilan membedakan penglihatan.
Ø  Perlengkapan Main :
·         Macam –macam bentuk dan ukuran balok unit dengan jumlah 100 sampai 200 balok natural.
·         Alat pendukung seperti boneke orang
·         Alas untuk bermain balok dan diwarnai dengan warna primer.
·         Litersai : kertas HVS, krayon, spidol 24 warna, pensil, penghapus, penggaris 30cm,60cm, meteran dan gunting.
·         Balok warna ukuran kecil untuk dekorasi.
Ø  Aturan bermain balok :
·         Balok untuk membangun.
·         Membangun balok diatas alas.
·         Mengambil balok secukupnya.
·         Start-finish lancar.
·         Bermain tepat waktu.
·         Beres-beres.
Ø  Kegiatan di Sentra Balok :
·         Membangun dengan menggunakan macam-macam bentuk dan ukuran balok unit (pratt).
·         Menggambar bangunan yang telah di buat, menuliskan nama-nama bangunan.
·         Bermain peran dengan menggunakan alat-alat pendukung ( alat mikro) yang dilakukan dalam bangunan yang dibuatnya.
f.       Sentra Imtaq
Sentra yang memberikan kesempatan kepada Anak untuk mendapatkan pembelajaran nilai-Nilai, aturan-aturan agama sehingga anak dapat Mengembangkan keimanan dan ketaqwaan melalui Pembiasaan sehari-hari pada kegiatan main anak. Fokus sentra imtaq ini mendukung anak untuk mengenal dan membangun konsep-konsep Al Quran dan hadist.




Ø  Tujuan Khusus :
·         Memberikan kesempatan kepada anak untuk memainkan berbagai macam alat main dan kegiatan yang dilakukan dengan tujuan agar mereka memilih dengan arahan diri dan menggunakan alat dengan ukuran sesungguhnya.
·         Membangun konsep diri sebagai seorang muslim.
Ø  Manfaat sentra Imtaq:
·         Anak menyukai, senang mencintai agamanya, sehingga ia mau melakukan yang diperintahkan oleh Allah secara ikhlas.
·         Anak dapat bresikap/ berakhlakul karimah seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
·         Anak dapat praktek langsung cara-cara beribadah yang benar.
·         Anak mendapatkan konsep Al-quran sesuai tahap perkembangannya .
·         Anak dapat belajar awal membaca dan menulis huruf hijaiiyah.
Ø  Perlengkapan Main :
·         Alat-alat sholat
·         Al-qur’an, buku qiraaty, kartu hijaiiyah.
·         Puzzle masjid, puzzle ka’bah, puzzle urutan solat, wudhu dan haji.
·         Playdough.
·         Alat-alat menggambar dan menulis.
·         Mencap dengan stempel huruf hijaiiyah.
·         Gunting, kertas berbagai ukuran, stapler.
·         Bahan flannel sesuai tema.
Ø  Aturan di Sentra Imtaq:
·         Fokus
·         Memilih alat main
·         Bekerja tuntas
·         Beres-beres
·         Tertib.

Ø  Kegiatan di Sentra Imtaq :
·         Membahas tentang ayat al-qur’an yang berhubungan dengan tema.
·         Mengucapkan surat-surat pendek dan doa-doa harian.
·         Membaca dan menulis huruf hijaiyyah sesuai perkembangan anak.
·         Praktek wudhu dan solat.
·         Mengenalkan konsep rukun islam dan rukun Iman.
g.      Sentra Bahasa Inggris
Sentra tempat bekerja dan memberikan kesempatan  pada anak untuk mengembangkan kognisi,motorik halus dan keaksaraannya yang dikoordinasikan oleh guru dalam rangka mengenal Bahasa Inggris. Pengenalan bahasa Inggris anak hanya mendengarkan dan brebicara dalam bentuk bahasa inggris .
Ø  Tujuan Khusus : Sentra persiapan focus pada kesempatan anak untuk mengurutkan, mengklasifikasikan, membuat pola-pola dan mengorganisasikan alat-alat dan bahan kerja, termasuk persiapan membaca dan menulis .
Ø  Manfaat Sentra Persiapan:
·         Anak belajar bekerja dan berpikir secara sistimatis.
·         Anak belajar mengklasifikasikan benda-benda nyata.
·         Anak belajar menghubungkan benda dengan benda, benda dengan kejadian.
·         Anak belajar konsep dasar membaca dan menulis ( keaksaraan ).
·         Anak belajar sendiri , berdampingan, bersama, dan bekerja sama.
Ø  Perlengkapan Main :
·         Alat-alat yang mendukung proses klasifikasi, urutan, ukuran, hubungan 1:1 antara lain : mozaik, hama, art school, papan geometri, manik-manik 3 variabel, timbangan, puzzle-puzle.
·         Alat-alat yang mendukung keaksaraan : buku , kartu huruf, kartu kata, alat menulis
·         Alat-alat yang mendukung keterampilan motoric halus : jepitan dengan berbagai ukuran, gunting , kertas dan stepler, manik dan tali, alat-alat dan bahan untuk menggambar.
Ø  Kegiatan : membaca, menulis, matematika